Gara
gara semalam ngobrol sama sahabat ku
tentang korupsi hingga dini hari, disela sela kesibukan pagi ku, untuk
menyempatkan menulis. Entah kenapa aku rasa nya kesel aja kalo udah bicara soal
korupsi karna banyak pihak yang dirugi kan, semoga saja para koruptor koruptor tersebut dilaknat Allah. Rezeki yang kita miliki saja ada hak orang
lain yang harus kita sedekahkan, infaqkan , dan kita zakatkan. Bagaimana lagi
jika memakan hak orang lain. ?????!!!!
Dalam
era globalisasi saaat ini manusia di tuntut untuk saling berpacu tak hanya
dalam bidang teknologi, namun juga pendidikan, ekonomi, sosial , budaya dan
hampir seluruh elemet kehidupan manusia. Barang siapa yang tak kuat mengikuti
arus maka ia akan hanyut tersapu ombak
lautan kemajuan.
Masyarakat
kita saat ini sudah sangat paham dan mengikuti kemajuan zaman, dan itu lumrah
untuk manusia sebagai makhluk berbudaya. Masyarakat mulai terbiasa dengan hidup
yang konsumtif termasuk diri kita sendiri munkin. Faktanya masyarakat cendrung
memaksakan kemampuannya untuk memiliki barang yang ia inginkan meski ia sadar
bahwa ia tidak mampu. Sifat seperti ini telah membawa pengaruh negatif bagi
individu tersebut antara lain tamak, rakus, egois, angkuh, sombong dan mendewa
kan harta.
Tentu
kita tidak naif juga, bahwa kita membutuhkan harta. Perilaku seperti ini sangat
berbahaya karna dapat menimbulkan niat untuk seseorang melakukan korupsi .
dalam ilmu ekonomi ada 3 aspek yang mempengaruhi perilakU konsumen yaitu :
1.
Efek Ikut Arus (efek bandwagon)
2.
Efek sok
3.
Efek pamer
Inilah yang tak dapat kita pungkiri
bahwa aku,kamu atau munkin kita sering atau pernah melakukan efek tersebut. Baik
disadari maupun tidak, ada sebagian orang yang memaksakan keadaan untuk
mendapatkan apa yang ia inginkan, munkin dengan kredit pada lembaga keuangan
Bank maupun NonBank dan berhutang kepada rentenir. Orang orang seperti ini
sangat berbahaya dan orang orang seperti ini sangat berpotensi untuk melakukan
tindak pidana korupsi.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang untuk melakukan korupsi
Faktor internal
|
Faktor eksternal
|
Lemahnya iman
|
Dirinya sendiri/perilaku
individu
|
Rendahkan kualitas
moral/tamak
|
Pengaruh dari orang
lain/organisasi
|
Gaya hidup/konsumtif
|
Lingkungan masyarakat/lingkungan
kerja
|
Tidak mau/malas
bekerja
|
|
Dalam suatu survey dikatakan bahwa
Indonesia merupakan salah satu negara dengan Index korupsi tertinggi didunia. Jika
demikian betapa parahnya perilaku konsumtif manusia Indonesia ????
Tentu tidak hanya perilaku konsumtif saja namun ada
faktor faktor lainnya. Dan juga korupsi di Indonesia seperti gunung Es.
Faktor
ekonomi pada hakikatnya adalah untuk memenuhi hajat hidup manusia akan
kebutuhan rumah tangga. Acap kali manusia lupa karna lebih mengutamakan
keinginannya (wants) dari pada
kebutuhannya (needs). Fenomena yang
terjadi saat ini pada masyarakat golongan menengah kebawah yang pendapatannya cendrung tetap. Mereka justru
sangat konsumtif dan terlalu mengikuti trend yang selalu berubah ubah saat ini.
Apakah
salah ??? , tentu tidak, namun perilaku seperti ini membuat mereka susah
sendiri. Karena untuk mendapatkan apa yang mereka mau dengan pendapatan yang
sangat terbatas, mereka harus mendapatkannya dengan cara kredit ke lembaga
keuangan, sayang nya…..
Barang
yang mereka inginkan adalah barang barang yang tidak terlalu penting dan
kebanyakan menjadi mubazir.
Ironis nya banyak pekerja di Intasi pemerintahan yang
pendapatannya hanya seberapa rupiah saja setelah di potong kredit dan bahkan
ada yang sampai defisit akibat gajinya tidak mencukupi untuk membayar kredit.
Sebenarnya
pemberian kredit ini akan jauh lebih bermanfaat
untuk hal investasi agar dapat menstimulasi aliran dana segar (fresh money). Namun tidak salah
fonomena beberapa orang mengingikan kredit untuk kebutuhan primer mereka
seperti rumah, kendaraan dan lain lain. Maka harus ada kontribusi dari
pemerintah untuk terus menambah subsidi bagi penyediaan rumah rakyat dan
perbaikan roda transportasi massa.
Akibat
dari berkurangnya pendapatan karna di kurangi kredit, ini berpengaruh pada
produktivitas para pegawai , karena semangatnya menjadi lesu dan mereka
berfikir untuk mencari pendapatan tambahan selain dari seorang pegawai instasi
pemerintah. Ini sangat menyakitkan masyarakat yang membayar pajak untuk
menggaji para pegawai , karena tidak effektif nya pelayanan publik , mereka
jadi malas untuk bekerja. Kalo sudah begini maka timbulah istilah pengangguran
terselubung dan niat untuk cepat kaya melalui jalan korupsi.
Tidak ada salah kalo manusia berniat ingin terus maju dan
berpacu, namun apabila terlalu memaksakan keadaan dan ketidakmampuan maka akan
menjadi bomerang bagi individu itu sendiri. Dalam agama islam Allah juga
melarang sikap hidup yang terlalu berlebih lebihan dan bermewah mewahan karna
terbukti membawa kemudharatan bagi individu itu sendiri bahkan orang lain
bangsa dan negara. Apa tidak boleh orang menjadi kaya ??? boleh boleh saja,
tetapi bukan untuk mermegah megahan melainkan untuk kebaikan sosial dan lain
lain. Lalu bagaimana cara nya ?? ya jadi pengusaha, berdagang karna itu adalah
kendaraan tercepat menuju kaya bukan dengan
jalan menjadi koruptor. Tentu nya dengan niat yang baik dan transaksi transaksi
yang dibenarkan secara syara’ maka dengan demikian menjadi ibadah untuk kita.
Ya,
kira kira Cuma ini yang aku tulis hari ini semoga bermanfaat bagi pembaca,
apabila ada kata kata yang salah atau ada hal yang kurang berkenan, harap
maklum yaa, hehehehe
Soalnya
aku juga masih anak kemarin sore yang baru belajar yang ilmu nya masih ala kadarnya.heheheheh :D