Sunday, 4 January 2015

SURAT UNTUK KAMU





 
Sudah lama  aku menulis surat ini untuk kamu, tapi  karna segala  kesibukan dan rutinitas  ku ,  baru sekarang aku sempat   mempublishnya.

Aku ingin mengatakan sesuatu yang tersimpan direlung hati aku yang terdalam,



Dear : kamu my “R“

Aku tak memiliki alasan yang jelas mengapa aku mencintaimu.
Berulang kali aku berfikir dan merenunginya, namun tak ada satu pun jawaban yang aku temukan.
Setiap rasa rindu ini menghampiri, aku pasti memandangi poto mu. Seraya berkata.

“inilah laki laki yang aku cintai,tapi kenapa harus dia ?”

Kamu  diluar ekspektasi aku. Tak pernah aku menyangkanya aku bisa suka dengan mu.
Kini kamu telah pergi meninggalkan aku sejak oktober lalu. Entah itu untuk sementara, entah itu untuk selamanya.

Namun demikian aku telah melepas dan merelakan kepergianmu.
Cinta itu tak bersyarat dan cinta yang sesungguhnyaa tak menuntut balas.
Aku mencintaimu apa adanya kamu.
Aku mencintaimu bukan karna kecerdasan mu, bukan karna ketampananmu, bukan karna segudang prestasi mu, dan bukan karna hal hal lain.

Jika aku mencintaimu karna hal hal tertentu suddahlah dari dulu aku mengincarmu, tapi ku rasa aku tak pernah melakukan hal demikian. 

Meskipun telah lama aku tau  cerita tentang kamu, melalui teman mu yang juga teman ku.
Aku hanya menganggapmu teman tidak lebih dari itu,teman sharing tentang sesuatu yang kamu paham atas persoalan yang aku tanyakan.

Jujur aku memanng mmenginginkan kamu disini bersamaku terus. Namun kini keinginan itu sudah ku buang jauh jauh.
Dan aku tak akan menuntut balas  atas perasaan yang ku miliki kini.
Jika nanti aku mendengar kabar gembira dari mu.
Kamu telah menikahi gadis lain. InsyaAllah  aku akan turut berbahagia atas kebahagiaan mu pula.

Aku hanya mengharap ridho Allah, itu sudah cukup bagi ku.
Semoga dengan rasa cinta ini, membuat aku semangkin mendekatkan diriku kepada Nya.
Aku percaya jika memang kamu bukan jodohku Allah pasti mengambil kembali cinta ini dihatiku.
Dan menggantikannya untuk orang lain.
Yang ianya mengisi ruang hati ini kembali.

Dan aku yakin setiap yang hilang pasti digantikan dengan yang lebih baik dan yang lebih indah 

Jujur saat ini aku masih mencintaimu,
dari awal aku tak pernah berusaha mencintaimu.
Cinta ini datang begitu saja.
Tanpa aku mau
dan aku pun tak berusaha untuk membuang cinta ini, biar dia tumbuh subur dihati ini. Jika memang sudah waktunya , biar ia akan pergi dengan sendirinya.
Setiap pertemuan tentu ada perpisahan. ini adalah harga mati
Dan aku paham akan hal ini.
 walaupun demikian sangat manusiawi bila aku masih sering merinduimu.
Dan ketika rasa rindu ini datang aku pun tak  mengharap lagi, kamu juga merindui aku.
Aku telah ikhlas.
Aku ridho dengan segala ketentuan Allah apapun yang terjadi nanti.

Yaaa….Aku memang cinta pada mu……
Tapi aku tak pernah berusaha menjadi ideal seperti apa mau mu,
Aku tetaplah aku, jika suatu hari nanti aku berubah itu pun karna Allah, bukan karna aku mencintai mu.
Dan aku pun tak  berani berharap dan bermimpi, untuk bisa bersama sama dengan mu lagi.
Karna aku takut masa depan tidak sesuai dengan apa yang aku harapkan. aku takut hati ini terluka dalam.
Aku takut bila nanti aku menangisi luka hati ini.
Aku takut, hati ini terluka lagi seperti dulu, sebelum kita bertemu.
Dan aku rasa merelakanmu,  mengikhlaskan mu adalah jalan satu satunya dan jalan yang terbaik.
Meskipun sampai detik ini aku masih selalu rindu dan masih cinta kamu



                                                                                              Wassaalam.